Bicara Soal Media Komunikasi

Dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Mardi Waluya Cibinong, Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti (STMK Trisakti) diundang untuk mengisi salah satu rangkaian acara yang diadakan oleh SMA Mardi Waluya Cibinong. Diminta untuk menjadi pembicara, Ketua STMK Trisakti Bapak Stephen Budiman Ng membawakan materi yang fresh bagi para peserta MPLS. Yaitu, mengenai media komunikasi, mulai dari foto dan video yang beraneka ragam, hingga kumpulan iklan yang unik, semua dirangkum menjadi sebuah materi yang mengundang rasa penasaran para peserta MPLS di SMA Mardi Waluya Cibinong.

Acara yang berlangsung pada hari Kamis, 21 Juli 2016 itu diikuti oleh 176 calon siswa SMA Mardi Waluya Cibinong yang rata-rata berasal dari Kota dan Kabupaten Bogor. Diadakan selama satu minggu berturut-turut, acara ini diharapkan dapat menjadi kesan awal yang positif bagi calon siswa SMA Mardi Waluya Cibinong. “Tidak ada buli-bulian lagi” ujar Ibu Lusia sebagai Ketua MPLS SMA Mardi Waluya Cibinong.

Bapak Stephen selaku pembicara, menyampaikan mengenai mengapa sebuah merek (brand) harus melakukan komunikasi kepada konsumennya, jenis-jenis media yang dipakai oleh merek (brand) untuk berkomunikasi, hingga pesatnya perkembangan media komunikasi yang hingga saat ini sudah mencapai era augmented reality dan virtual reality. ”Pesan utama yang disampaikan dalam berkomunikasi, harus bisa relevan, orisinal dan memiliki dampak” ujar Bapak Stephen kepada para peserta MPLS SMA Mardi Waluya Cibinong.

Ada yang merasa tertarik, dan adapula yang kebingungan. Itulah kesan yang didapatkan setelah selesai acara. Alwen, salah satu peserta MPLS mengatakan bahwa dirinya tidak menyadari bahwa media komunikasi sudah semakin canggih, “Keren, saya belum tahu kalau sudah secanggih itu, saya jadi tertarik!” kata Alwen. Salah seorang calon siswi SMA Mardi Waluya Cibinong yang bernama Marlin pun mengatakan bahwa dirinya mengira merek hanya berkomunikasi lewat surat kabar, poster, atau media konvensional lainnya. “Saya kaget ketika melihat iklan yang menggunakan augmented reality, keren banget!” ujarnya.

Setelah selesai acara di hari ke-4 ini, para pesera MPLS akan diboyong ke Sentul, untuk menjalani masa pengenalan Dewan Ambalan Pramuka SMA Mardi Waluya Cibinong. “Kita akan berkemah disana selama dua hari” ujar Evan Delius, Ketua Dewan Ambalan SMA Mardi Waluya Cibinong. Melalui acara MPLS yang terorganisir, diharapkan kesan negatif awal masuk sekolah akan hilang, apalagi jika sekolah tinggi atau universitas turut mengambil peran dalam meluruskan cara pengenalan sekolah. Minat siswa akan terbentuk sejak awal sehingga akan meminimalisir adanya kegiatan negatif yang dilakukan oleh siswa SMA. Pihak SMA Mardi Waluya Cibinong sangat berterima kasih atas kesediaan STMK Trisakti mengisi acara, diharapkan STMK Trisakti juga dapat turut berpartisipasi dalam acara edu fair untuk siswa kelas 12 yang akan segera diselenggarakan oleh SMA Mardi Waluya Cibinong. (rc)